Hair Style

Pria Wajib Tahu, Ini Perbedaan Pangkas Rambut Biasa dengan Barbershop

June 28th 2022

Dulu pangkas rambut di bawah pohon rindang, sekarang ke barbershop. Sebenarnya apa beda keduanya? Di keseharian, gaya rambut pria adalah sesuatu yang penting bagi manusia, baik pria mau pun wanita. Konsepnya adalah tampil menawan sehingga bisa mencapai sesuatu lebih tinggi. Bisa Anda bayangkan, seorang sales mobil membutuhkan kemeja dalam bekerja. Tujuannya? Tentu saja supaya tampil menarik di depan konsumen. Logikanya, orang yang memiliki kerapian itu lebih bisa dipercaya daripada yang mengenakan kaos biasa.

Ya, penampilan sudah jadi budaya. Inilah salah satu alasan mengapa semakin banyak barbershop hadir di kota-kota, bahkan di pelosok Indonesia. Semakin banyak orang pula yang sadar mengenai pentingnya rapi di depan orang lain. Caranya, tentu saja dengan pangkas rambut agar style semakin meyakinkan.

pangkas rambut
pangkas rambut Photo by Luis Quintero

Kalau dulu, menata mahkota kepala adalah teritori kaum wanita. Para pria, pangkas rambut cukup di tukang cukur biasa, di bawah pohon nan rindang. Tapi ketika penampilan semakin menjadi utama, semakin banyak pula orang yang memilih untuk datang ke barbershop.

Ini juga berjalan beriringan dengan semakin majunya gaya rambut bagi kaum pria. Tak lagi melulu sisir ke kanan, kini style untuk rambut makin beragam dan menarik untuk dipandang. Perlahan namun pasti, kenikmatan pangkas rambut di bawah pohon, sambil menikmati sepoinya angin di bawah dedaunan nan rindang mulai ditinggalkan, beralih ke barbershop yang tentunya memiliki banyak perbedaan dengan pangkas rambut biasa.

Bicara tentang fenomena pria makin jatuh cinta dengan gaya rambut, sebenarnya apa beda antara pangkas rambut biasa dengan barbershop? Mari kita temukan jawabannya di bawah ini.

1. Fasilitas di Barbershop


Sumber gambar

Apa yang kamu ketahui tentang pangkas rambut tradisional? Generasi yang pernah merasakannya tentu paham bahwa setiap kali mereka datang akan disambut dengan tukang pangkas berbaju pada umumnya, kursi kayu, kaca yang tak terlalu besar, radio AM dengan alunan lagu yang terkenal di masa itu, dan terlihat hanya sisir dan gunting saja.

Tentunya hal ini sangat jauh berbeda suasananya dengan barbershop kekinian. Dari luar, barbershop sudah terlihat menarik, khas dengan lampu penanda berwarna biru-merah. Saat masuk Anda akan disambut dengan sejuknya ruangan yang ber-AC. Beberapa kaca tampak terpasang, bersama dengan meja tempat peralatan kapster yang begitu lengkap.

Semakin bagus sebuah barbershop, semakin lengkap pula perlengkapannya. Biasanya ada yang melengkapi diri dengan lemari penghangat untuk handuk pembasuh konsumen, hingga pomade berbagai merek yang sengaja ditata berjajar agar menarik minat beli pelanggan.

Dari sini sudah terlihat perbedaan yang sangat jelas antara pangkas rambut tradisional dengan barbershop.

2. ‘Katalog’ gaya rambut barbershop


Sumber gambar

Dengan peralatan yang terbatas, sulit bagi pangkas rambut tradisional untuk mewujudkan ekspektasi pelanggan. Bayangkan bila mereka harus menciptakan efek fade atau undercut hanya berbekal sisir dan gunting saja.

Hal sebaliknya terjadi di barbershop. Kualitas layanan adalah yang utama di tengah semakin tingginya persaingan. Setiap kapster wajib profesional dan tahu banyak tentang gaya rambut. Bila tidak, mereka bisa kehilangan pelanggan. Selain itu, dengan lebih lengkapnya peralatan cukur, makin mudah pula untuk memuaskan hasrat pangkas rambut pelanggan. Bahkan bisa saja tercipta sejarah baru dengan model potongan yang belum pernah ada sebelumnya.

Barbershop Bisa Berubah Menjadi Komunitas

Kapster di barbershop juga harus memiliki skill komunikasi yang baik. Ini karena adanya keharusan untuk menjalin sebuah ikatan demi menciptakan gaya rambut yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Tak heran, seorang kapster memiliki banyak teman yang ternyata adalah pelanggan di barbershop.

Begitu juga dengan pelanggan yang sudah terlanjur cinta mati dengan barbershop. Tak hanya ketika butuh pangkas rambut, di waktu luang mereka akan nongkrong di sana, melanjutkan obrolan seru dengan mereka yang ada di dalam barbershop tersebut.

Banyak Layanan Lain untuk Gaya

Pangkas rambut adalah tempat potong rambut. Itu sudah pasti. Beda halnya dengan barbershop yang memberikan lebih banyak layanan yang berhubungan dengan style rambut, sesuai keinginan pelanggan.

Bukan sekadar tempat cukur, barbershop memiliki layanan yang setara dengan salon wanita. Mulai dari pewarnaan rambut, keramas, hingga facial bagi pelanggan yang membutuhkan. Tak hanya itu, ketika proses memotong rambut agak lama, kapster biasanya akan memberi bonus pijitan pada bagian leher dan bahu kustomer untuk melepas penat.

Perbedaan Tarif Layanan Pangkas Rambut dan Barbershop


Sumber gambar

Dari empat perbedaan di atas akhirnya bermuara pada satu kesimpulan, sekaligus perbedaan terakhir. Ini adalah tentang tarif layanan. Harga pangkas rambut tradisional di Indonesia pastinya lebih murah daripada barbershop. Kira-kira saat ini untuk setiap layanan, biasa dihargai antara Rp 10.000,00-Rp 15.000,00.

Di sisi lain, barbershop dengan segala kelengkapan dan kelebihannya, pantas bila memiliki tarif layanan yang lebih mahal. Namun sebenarnya harga tak terpaut jauh di kisaran Rp 30.000,00 – Rp 50.000,00.

Disebut wajar karena barbershop memiliki perlengkapan yang lebih baik. Belum termasuk untuk biaya-biaya lainnya, seperti listrik atau biaya tak terduga ketika salah satu perlengkapan pangkas rambut elektronik mereka rusak.

Bagaimana dengan pilihan Anda? Apakah lebih suka pangkas rambut ala tradisional atau memilih yang modern dengan kapster-kapster barbershop?