Hair Treatment

Perbedaan POMADE, WAX, CLAY & HAIR DUST

July 23rd 2022

Lagi bingung cari pomade terbaik, eh, ternyata ada banyak cara untuk menata rambut. Sebelum keburu membeli, ketahui jenis dan bedanya. Menata rambut itu tak hanya teritori kaum wanita. Pria pun juga perlu melakukannya, terutama untuk pribadi-pribadi yang memerlukan penampilan sebagai jalan menuju kesuksesan. 

Bicara tentang menata rambut, beberapa dekade yang lalu pria Indonesia mungkin hanya mengenal pomade saja. Krim lembut dan wangi yang selalu sukses bikin tampilan jadi klimis dan berkilau. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak inovasi produk yang memiliki muara yang sama, yaitu bikin pria makin percaya diri dengan penampilannya.

Hingga saat ini, selain pomade, perlengkapan merawat rambut pria itu ada wax, clay, dan hair dust. Khusus untuk yang terakhir, yaitu hair dust, mungkin kamu mengenalnya dengan nama lain, yaitu gel rambut. Daripada berbicara sepotong-sepotong, yuk, kita kenali lebih dekat apa itu pomade, wax, clay dan hair dust, beserta dengan perbedaannya. Tujuannya supaya tahu fungsi dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya.

1. Pomade

Perbedaan POMADE, WAX, CLAY & HAIR DUST 2
Perbedaan POMADE, WAX, CLAY & HAIR DUST 2
Sumber gambar

Yang pertama adalah produk paling legendaris, sudah digunakan sejak masa kakek kita masih muda, yaitu Pomade. Secara umum, pomade adalah produk perawatan rambut yang memiliki fungsi untuk menjaga mahkota kepala pria tetap rapi dan berkilau.

Bahan dasar pembuat pomade ada dua, yaitu air dan wax. Pengaplikasian pomade pada rambut akan menghasilkan tampilan yang basah, mengilap, serta mudah penataannya, terutama ketika disisir. Sebagai catatan, pomade juga bisa Anda gunakan ketika rambut sedang basah, membuat rambut semakin berkilau. Penggunaan pomade ini biasanya untuk mendapatkan gaya rambut slick back atau pompadour.

Satu catatan lain, ada juga pomade yang terbuat dari wax. Tidak seperti yang terbuat dari air, gaya yang dihasilkan cenderung kaku, paling tepat untuk menjaga tampilan gaya rambut dalam waktu lama. Hanya saja, agak sulit membersihkan pomade berbahan dasar wax dengan menggunakan air. Tapi tentu saja itu adalah selera dan bagaimana rencana untuk menata rambutnya. Bila ingin tampil rapi dan klimis, gunakan pomade terbaik yang terbuat dari bahan dasar air. Sementara untuk menjaga penampilan rambut dalam waktu lama, gunakan pomade dari wax.

Tips menggunakan pomade terbaik, ambil sedikit dengan menggunakan ujung tangan kemudian tempatkan di telapak. Gosok-gosok pomade tersebut dengan kedua tangan selama beberapa detik. Selanjutnya balurkan atau aplikasikan pomade terbaik ke helai-helai rambut. Gunakan secukupnya agar rambut tak seperti ketumpahan minyak.

2. Wax

Ada pomade yang terbuat dari wax, tapi ada juga wax yang merupakan produk sendiri untuk penataan rambut. Karena punya komposisi bahan yang berbeda, wax menghasilkan tampilan yang berbeda juga dengan pomade.

Beberapa contohnya, wax tidak membuat rambut jadi terasa basah. Justru sebaliknya, wax bisa kering dalam beberapa waktu tertentu sehingga Anda harus mengulangi pemakaiannya. Meski begitu, wax juga memberikan tampilan berkilau dan mengkilap. Sementara keunggulannya dibandingkan pomade adalah menjaga tatanan dalam waktu yang lama. Sangat cocok bagi Anda yang memerlukan gaya rambut dengan tampilan yang wajib terjaga, seperti spiky.

Tak seperti pomade yang penggunaannya bisa untuk rambut basah atau kering, wax cenderung lebih cocok pemakaiannya bagi pemilik rambut berminyak. Secara keseluruhan tatanan rambut dengan wax akan menghasilkan gaya yang lebih menonjol bila dibandingkan dengan pomade.

Seperti penggunaan pomade terbaik, ambil sedikit wax dengan ujung jari, kemudian taruh di telapak tangan. Hangatkan dengan cara menggosokkan kedua telapak tangan. Selanjutnya atur gaya rambut, bisa dengan sisir atau gunakan jemari tangan Anda.

3. Clay

Perbedaan POMADE, WAX, CLAY & HAIR DUST 4
Perbedaan POMADE, WAX, CLAY & HAIR DUST 4
Sumber gambar

Selain pomade terbaik dan wax, Anda juga perlu tahu tentang produk clay. Tak seperti pomade dan wax yang menghasilkan kilauan pada rambut, clay tidak memberi kesan super klimis, seperti berkilau dan basah. Clay sangat cocok untuk kaum muda yang ingin memiliki rambut teratur, tanpa kilau dan kesan basah. Tak hanya itu, clay juga memberi kesan lebih bervolume.

Karena alasan ini pula, clay lebih cocok digunakan bagi pemilik karakter rambut tipis ketimbang memakai pomade. Selain itu, clay juga jauh lebih kuat dalam memperkuat tampilan rambut hingga seharian. Dampaknya, rambut akan terasa keras, meski tak terlalu kaku juga. Yang pasti, sekali pengaplikasian, tahannya lebih awet dan lama.

Untuk Anda ketahui bahwa penggunaan clay harus pada rambut yang bersih. Awali dengan keramas terlebih dahulu, kemudian keringkan. Lanjut dengan menggunakan sejumput clay, taruh di telapak tangan, dan gosok-gosok, lalu usapkan dengan jemari ke rambut hingga merata seluruhnya. Rapikan dengan memakai sisir atau jemari

4. Hair dust atau gel rambut

Hair dust memiliki tugas yang sama seperti pomade, wax, atau clay. Keempatnya bertugas menahan tatanan rambut. Hanya saja, gel sangat kaku sehingga penataan rambut tak akan berubah lagi setelah menggunakannya, tanpa goyah, tanpa rusak, meski di tengah aktivitas yang gerah dan padat.

Karena cukup kuat menahan tatanan rambut, hair dust memberikan tekstur yang sangat keras. Yang menarik, sangat mudah dalam membersihkannya, yaitu hanya membilasnya dengan air dan sampo.

Sebagai catatan, gel rambut bisa Anda gunakan untuk rambut kering atau basah. Tetapi untuk hasil terbaiknya, gunakan hair dust pada rambut yang kondisinya lembap.

Tips menggunakan hair dust adalah dengan membasahi helai-helai rambut terlebih dahulu. Tujuannya agar terasa agak lembap. Lanjut dengan membubuhkan hair dust pada rambut. Jangan lupa untuk menunggu beberapa saat agar rambut kaku dan tampilan terjaga.

Itulah empat perbedaan antara pomade, wax, clay, serta hair dust. Kalau dilihat dari cara penggunaan, produk mana yang kira-kira cocok untuk penataan rambut Anda?